LPPM STIKMA News — Upaya membangun lingkungan yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Verifikasi Program Kampung Iklim (ProKlim) di RW 1 Kelurahan Tunjungsekar, Kota Malang, yang dilaksanakan pada 28 Agustus 2026.

Kegiatan verifikasi dilakukan oleh Tim Kementerian Lingkungan Hidup Pusat dengan didampingi Tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi dan DLH Kota Malang. Dalam proses tersebut, berbagai program, inovasi, dan upaya masyarakat dalam melakukan adaptasi serta mitigasi perubahan iklim menjadi bagian yang ditinjau secara langsung.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah mitra kerja sama RW 1 Kelurahan Tunjungsekar, antara lain STT STIKMA Internasional, Politeknik Negeri Malang (Polinema), perwakilan British Council, perwakilan CSR PLN, serta . Kehadiran berbagai institusi tersebut menunjukkan adanya semangat kolaborasi multipihak dalam mendukung pengembangan wilayah dan keberlanjutan program di masyarakat.

STT STIKMA Internasional Hadir melalui Keilmuan Informatika dan Arsitektur

Sebagai salah satu mitra kerja sama, STT STIKMA Internasional memberikan kontribusi sesuai dengan kompetensi akademik yang dimiliki, khususnya melalui Program Studi Teknik Informatika dan Program Studi Arsitektur.

Melalui Program Studi Informatika, STT STIKMA Internasional mendukung pengembangan Web Profile dan Video Profile RW 1 Kelurahan Tunjungsekar. Pengembangan media digital ini diarahkan untuk mendokumentasikan dan memperkenalkan berbagai potensi, program, aktivitas, serta inovasi masyarakat kepada publik.

Web Profile dan Video Profile juga diharapkan dapat menjadi media untuk memperkuat identitas digital wilayah. Berbagai potensi dan aktivitas masyarakat yang sebelumnya hanya diketahui di lingkungan sekitar dapat dikemas dalam bentuk digital sehingga lebih mudah diakses, didokumentasikan, dan dipromosikan.

Sementara itu, melalui Program Studi Arsitektur, STT STIKMA Internasional memberikan kontribusi dalam aspek penataan lingkungan. Pendekatan arsitektur diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih tertata, nyaman, memiliki nilai estetika, serta memperhatikan aspek keberlanjutan.

Kolaborasi antara Informatika dan Arsitektur tersebut mencerminkan pendekatan lintas disiplin dalam mendukung pembangunan masyarakat. Teknologi digital digunakan untuk memperkuat informasi dan identitas wilayah, sementara keilmuan arsitektur berkontribusi pada aspek ruang dan lingkungan.

Kolaborasi Multipihak untuk Membangun Lingkungan Berkelanjutan

Kehadiran berbagai mitra kerja sama dalam kegiatan Verifikasi ProKlim menunjukkan bahwa pengembangan masyarakat membutuhkan sinergi dari berbagai sektor.

Perguruan tinggi memiliki peran melalui penerapan ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Dunia usaha dapat memberikan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, sementara organisasi dan lembaga internasional dapat berkontribusi melalui penguatan kapasitas serta berbagai program kolaboratif.

Dalam konteks tersebut, RW 1 Kelurahan Tunjungsekar menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai institusi yang memiliki kompetensi dan sumber daya berbeda. Sinergi tersebut menjadi modal penting untuk mendorong keberlanjutan program ProKlim sekaligus pengembangan potensi wilayah.

Bagian dari Roadmap Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Bidang Smart City

Bagi STT STIKMA Internasional, keterlibatan dalam pengembangan RW 1 Kelurahan Tunjungsekar juga memiliki keterkaitan dengan roadmap penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mengarah pada pengembangan Smart City.

Konsep Smart City tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi canggih, tetapi juga bagaimana teknologi, masyarakat, lingkungan, tata kelola, dan potensi lokal dapat diintegrasikan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Pengembangan Web Profile dan Video Profile menjadi salah satu bentuk awal digitalisasi informasi wilayah. Di sisi lain, dukungan terhadap penataan lingkungan menjadi bagian dari upaya menciptakan kawasan yang nyaman dan berkelanjutan.

Kedua aspek tersebut dapat menjadi bagian dari ekosistem Smart City berbasis masyarakat, di mana transformasi digital berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Pendekatan tersebut sejalan dengan arah pengembangan penelitian dan pengabdian masyarakat STT STIKMA Internasional yang mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan solusi yang aplikatif dan memberikan manfaat nyata.

Dengan demikian, kerja sama dengan RW 1 Kelurahan Tunjungsekar tidak hanya menjadi kegiatan pendampingan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan penerapan keilmuan dalam mengembangkan model kawasan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan lingkungan.

Testimoni STT STIKMA Internasional dalam Verifikasi ProKlim

Pada pelaksanaan Verifikasi ProKlim tanggal 28 Agustus 2026, perwakilan STT STIKMA Internasional turut diminta memberikan testimoni terkait kerja sama yang sedang berlangsung dengan RW 1 Kelurahan Tunjungsekar.

Kepala LPPM STT STIKMA Internasional menyampaikan bahwa kerja sama dengan RW 01 Tunjungsekar menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.

“Dengan adanya kerja sama dengan RW 01 Kelurahan Tunjungsekar, STT STIKMA Internasional dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pengembangan Web Profile dan Video Profile oleh Program Studi Informatika serta penataan lingkungan melalui Program Studi Arsitektur.”

Menurutnya, potensi masyarakat yang ada di RW 01 Tunjungsekar masih dapat dikembangkan melalui berbagai program pemberdayaan berbasis teknologi. Oleh karena itu, STT STIKMA Internasional melihat peluang untuk memperluas bentuk kerja sama melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Melihat potensi masyarakat yang ada, langkah ke depan STT STIKMA Internasional berencana melaksanakan pelatihan penulisan artikel dengan AI bagi operator Web Profile RW 01, pembuatan poster dengan AI bagi pelaku UMKM, digital marketing, pembuatan VR/AR, serta kegiatan lainnya yang merupakan implementasi keilmuan di bidang Informatika dan Arsitektur untuk masyarakat.”

Rencana tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam kerja sama tidak hanya diarahkan pada pembangunan media digital, tetapi juga pada peningkatan kemampuan sumber daya manusia yang mengelolanya. Operator Web Profile diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk menghasilkan dan mengelola konten secara mandiri, termasuk memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu dalam proses penulisan dan produksi konten.

Di sisi lain, pelatihan pembuatan poster berbasis AI dan digital marketing bagi pelaku UMKM diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan kemampuan dalam mempromosikan produk secara lebih kreatif, efektif, dan sesuai dengan perkembangan ekosistem digital.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana kerja sama perguruan tinggi dan masyarakat dapat dikembangkan dari sekadar menghasilkan sebuah produk menjadi proses transfer knowledge dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, STT STIKMA Internasional menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung masyarakat melalui penerapan keilmuan dan teknologi. Kerja sama yang dibangun diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Keterlibatan STT STIKMA Internasional dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Kampus Berdampak: Ilmu Pengetahuan yang Hadir di Tengah Masyarakat

Keterlibatan STT STIKMA Internasional dalam pengembangan RW 1 Kelurahan Tunjungsekar juga merepresentasikan semangat Kampus Berdampak. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pendidikan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, ilmu pengetahuan yang dikembangkan di lingkungan kampus diterapkan dalam konteks nyata. Mahasiswa dan dosen memiliki ruang untuk melihat secara langsung persoalan masyarakat, sementara masyarakat memperoleh dukungan keilmuan yang dapat membantu pengembangan potensi wilayah.

Semangat Kampus Berdampak tersebut semakin kuat ketika perguruan tinggi tidak bekerja sendiri, tetapi membangun sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga internasional, dan masyarakat.

Kehadiran STT STIKMA Internasional, Polinema, British Council, dan CSR PLN sebagai mitra kerja sama RW 1 menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan masyarakat membutuhkan ekosistem kolaborasi yang saling melengkapi.

Membangun Smart City dari Lingkungan Terkecil

Pengembangan Smart City tidak selalu harus dimulai dari proyek berskala besar. Transformasi dapat dimulai dari lingkungan terkecil dengan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, memanfaatkan teknologi yang sesuai, memperbaiki kualitas lingkungan, dan memperkuat partisipasi masyarakat.

RW 1 Kelurahan Tunjungsekar menjadi salah satu contoh bagaimana masyarakat dapat menjadi pusat dari proses pembangunan tersebut. Perguruan tinggi dan mitra lainnya hadir sebagai pendukung yang memberikan pengetahuan, teknologi, sumber daya, serta pendampingan sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Bagi STT STIKMA Internasional, pengalaman kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mengembangkan model penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kebutuhan nyata.

Ke depan, kerja sama dapat dikembangkan melalui berbagai bidang, seperti digitalisasi informasi wilayah, pengembangan sistem informasi masyarakat, dokumentasi potensi lokal, pemanfaatan data, pengembangan media digital, hingga penataan lingkungan yang mendukung keberlanjutan kawasan.

Melalui sinergi berbagai pihak, semangat Kampus Berdampak dapat diwujudkan secara konkret: kampus hadir di tengah masyarakat, ilmu pengetahuan diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata, dan kolaborasi menghasilkan dampak yang dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Kegiatan Verifikasi ProKlim RW 1 Kelurahan Tunjungsekar menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi tersebut. Dari lingkungan masyarakat, inovasi dapat tumbuh; dari perguruan tinggi, ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diterapkan; dan melalui kolaborasi multipihak, berbagai upaya tersebut dapat diarahkan menuju masyarakat dan lingkungan yang semakin adaptif, berkelanjutan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *